Senin, 17 Mei 2021

Overthinking

bagaimana menghadapi esok hari ?
ada banyak pertanyaan dan kegelisahan di dalam otak dan hati ini
rasanya ingin menghilang
atau masuk ke dunia lain, dunia komik, film atau video klip
dimana semuanya sudah diatur tapi kita tau endingnya
dimana segalanya bisa kita jalani sesuai dengan keinginan kita
dimana rasa sakit tidaklah terasa sakit
kesedihan bukanlah rasa hampa
dan ketakutan tidak lagi menjadi hantu yang meresahkan
betapa menyenangkannya bisa hidup di dunia orang lain
melepaskan segala kegelisahan yang membebani
menghindari segala tanggung jawab yang menjadi takdir

pada akhirnya aku harus tetap hidup
harus tetap menjalani esok hari
berhadapan dengan manusia lain
memasang topeng dan bertindak selayaknya orang normal

tidak apa-apa
itu mantera terampuh dari segala rasa takut, khawatir dan gelisah
kehidupan mungkin sulit, tapi setidaknya kesalahan dan ketidaksempurnaan yang kamu lakukan tidak akan membuat dunia hancur seketika
tidak apa-apa, semua pasti berlalu
melewati segala ketakutan dan kesedihanmu, semuanya pasti akan berlalu

jalani saja
semua orang juga sedang menjalani peran mereka masing-masing
sadar atau tidak, mereka juga sedang bertarung dengan kehidupan mereka

kuatlah ...
karena hanya kekuatan yang dapat menolongmu saat ini
kekuatan untuk berani
kekuatan untuk menghadapi
kekuatan untuk melewati semuanya
kuatlah ....

Kamis, 24 September 2020

MAHASISWI TUA

 


Pada akhirnya aku menulis lagi, walau dengan pikiran yang penuh dan buntu…

Halo, apa kabar ? kita bertemu lagi

Malu rasanya jika mengatakan bahwa mood adalah penyebab dari susahnya untuk menulis. Padahal menulis tidak dipengaruhi 100% oleh mood, tapi lebih kepada niat !

Dan lagi-lagi niat adalah hal tersulit yang bisa aku atur, selain masalah duit dan emosi.

Sebenarnya keinginan menulis selalu ada, tertama muncul kalau lagi badmood dan banyak hal yang dipikirkan, tapi selalu saja keinginan menulis itu kalah dengan nafsu untuk tidur atau main hape.

Jadi, sudah dimana kita sekarang ?

Minggu, 24 Juni 2018

Writer Slump Atau Malas ?!




Hai, hallo, annyeong, moshi-moshi …..

Gak tahu harus pake kalimat pembuka apa yang tepat buat memulai blog ini. Well, sudah berapa lama ya aku hiatus dari tulis menulis yang lumayan panjang ??

Kayaknya udah setahunan gak ngereview buku atau ngisi blog ini dengan tulisan yang lebih berfaedah. Kebanyakan juga cuma menulis short thought atau sekedar puisi-puisi picisan dikala galau melanda J

Kenapa bisa hiatus nulis ? Kalau istilah kerennya sih aku lagi terkena writer slump atau writer block (kayaknya itu sih istilahnya) yang menggambarkan kemacetan ide atau turunnya mood buat nulis. Biasanya hal kayak gini juga sering dialami sama penulis yang udah punya nama, jadi gak heran juga kalau aku, yang notabene masih amatir dalam nulis, juga mengalami ini.

Minggu, 20 Agustus 2017

[Review] Negeri Di Ujung Tanduk


Judul : Negeri di Ujung Tanduk
Penulis : Tere Liye
Desain dan ilustrasi sampul : eMTe
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Kesembilan, Agustus 2015
Jumlah halaman : 360 hlm
ISBN : 978-979-22-9429-3

Apakah ada di dunia ini seorang politikus dengan hati mulia dan niat lurus ? Apakah masih ada seorang Gandhi ? Seorang Nelson Mandela ? Yang berteriak tentang moralitas di depan banyak orang, lantas semua orang berdiri rapat dibelakangnya, rela mati mendukung semua prinsip itu terwujud ? Apakah masih ada ?


Buku ini merupakan sekuel dari Negeri Para Bedebah yang tetap menampilkan karakter Thomas sebagai eksekutif muda dari perusahaan jasa konsultan. Jika di buku sebelumnya Thomas harus dihadapi dengan konflik ekonomi, maka di Negeri di Ujung Tanduk ini ia akan berhadapan dengan masalah-masalah berbau politik.

Setahun setelah peristiwa Bank Semesta, Thomas membuka unit baru di jasa konsultasinya yaitu berupa kosultan politik. Di unit barunya ini Thomas memberikan pelayanan jasa strategi untuk memenangi Pemilu bagi para kliennya. Dan sejuh ini, sudah dua kali kemenangan gemilang yang membuat jasa konsultasi Thomas semakin dikenal dalam kancah politik.

Sabtu, 15 Juli 2017

[Review] Drunken Monster


Judul : Drunken Monster
Penulis : Pidi Baiq
Ilustrasi sampul dan isi : Pidi Baiq
Penyunting ilustrasi  : Pidi Baiq
Desain sampul : Kulniya Sally
Proofreader : Windy Rachma Jingga
Layout sampul : Tim Artistik
Setting isi  : Deni Sopian
Penerbit : Pastel Book (PT Mizan Pustaka)
Cetakan : Ke 5, Februari 2016 (edisi kedua)
Jumlah hlm : 292 hlm
ISBN : 978-602-7870-67-3

Saya juga merunduk, tetapi karena dipake berpikir, kenapa sih saya ini suka melakukan hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan ? Tuhan, maafkan saya. Tapi, hidup di bumi dengan cuma melakukan hal yang biasa saja, saya suka merasa tidak melakukan apa-apa.

Berkisah tentang catatan harian seorang Pidi Baiq. Kalau berpikir bahwa catan harian ini merupakan catatan keseharian yang biasa saja, maka kamu salah. Ada banyak hal yang gak biasa yang dilakukan oleh sosok Pidi Baiq ini. Bahkan saya bertanya-tanya sendiri ketika membaca buku ini, kok bisa ya dia melakukan berbagai hal absurd kayak gitu ?

[Review] Gloomy Gift


Judul : Gloomy Gift
Penulis : Rhein Fathia
Penyunting : Pratiwi Utami
Perancang sampul : Wahyudi
Pemeriksa aksara : Septi Ws
Penata akasara : Gabriel_sih
Foto sampul : iStock
Cetakan : Pertama, Maret 2015
Penerbit : PT Bentang Pustaka
Jumlah halaman : 284 hlm
ISBN : 978-602-291-089-3

Detik berikutnya, Kara sadar saat Zeno memelintir tangannya hingga pisau dalam genggaman terlepas. Ia memekik kesakitan. Zeno merengkuh kepalanya ke dalam pelukan, melindungnya. Satu tembakan kembali mendesing mengejutkan, diiringi suara gemerincing pecahan kaca berjatuhan ….

Seharusnya hari ini menjadi salah satu hari yang membahagiakan bagi Kara, karena ia akan bertunangan dengan Zeno, kekasih yang telah dikenalnya selama setengah tahun ini. Keluarga besar yang berkumpul, kebaya cantik hasil desain sang mama, serta debaran gugup menjadi momen yang indah untuk dikenang. Namun siapa sangka, diantara memori indah yang akan diingatnya, terselip pula kenangan mengerikan di hari pertunanganya.

[Review] Tiga Sandera Terakhir


Judul : Tiga Sandera Terakhir
Penulis : Brahmanto Anindito
Penyunting : Hermawan Aksan, Miranda Harlan
Penata aksara : Aksin Makruf
Desainer sampul : Oesman
Penerbit : Noura Books
Cetakan : Pertama, Mei 2015
ISBN : 978-602-0989-47-1

Sertu Anam melihan pergerakan di semak-semak di posisi jam 9-nya. Dia segera putar badan. Tapi terlambat. Terbaring di sana, seorang anggota OPM brewok, botak dan bertelanjang dada berbaring di tanah. Menodong Sertu Anam dengan senapan. Cepat sekali “klik” itu terdengar. Mata sang komandan tim membulat. Sekilas, otaknya bersiap menghadapi kenyataan bahwa inilah saat terakhirnya. Kepalanya akan segera meledak dan otaknya berceceran di lantai hutan.

Lima turis yang sedang berlibur di tanah Papua menjadi sandera dari kelompok radikal yang menuntut kebebasan bumi cendrawasih dari NKRI. Banyak dugaan mengarah pada kelompok radikal besar OPM yang mendalangi penyanderaan ini. Karena itu satuan khusus Kopassus pun diutus untuk menjalankan misi penyelamatan para sandera tersebut.

Minggu, 14 Mei 2017

[Review] Sharp Object - Segala Yang Tajam


Judul : Sharp Object (Segala Yang Tajam)
Penulis : Gillian Flynn
Alih bahasa : Ariyantri Eddy Tarman
Editor : Reita Ariyanti
Desain sampul : Marcel A.W
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman : 336 hlm
ISBN : 978-602-03-3070-9

Saat adikku akhirnya meninggal, di satu sisi aku bersyukur. Bagiku sepertinya adikku dikeluarkan ke dunia ini belum terbentuk dengan baik. dia tidak siap menghadapi bobot dunia. Orang-orang berusaha menghibur, berbisik Marian dipangggil kembali ke surga, tetapi ibuku tidak mau diganggu dari perkabungannya. Hingga saat ini, itu masih menjadi hobi ibuku  –Camille Preaker

Terjadi kasus pembunuhan di Wind Gap, sebuah kota kecil yang letaknya di Missouri paling bawah, dalam gambaran peta. Seorang gadis kecil tewas dicekik setahun yang lalu. Dan sekarang, ada gadis kecil lainnya yang menghilang begitu saja. Camille yang merupakan penduduk asli Wind Gap diutus oleh kepala editornya untuk meliput dan mendapatkan berita besar. Pembunuhan dan penculikan gadis kecil adalah sebuah berita yang berpotensi menaikkan oplah Daily Post.

Jumat, 07 April 2017

[Review] Negeri Para Bedebah


Judul : Negeri Para Bedebah
Penulis : Tere Liye
Desain dan ilustrasi sampul : eMTe
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Ketiga belas, Desember 2016
Jumlah halaman: 440 halaman
ISBN : 978-979-22-8552-9

Di negeri para bedebah, kisah fiktif kalah seru dibanding kisah nyata.
Di negeri para bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah.
Tetapi setidaknya, Kawan, di negeri para bedebah, petarung sejati tidak akan pernah berkhianat …


Thomas merupakan seorang konsultan keuangan yang sangat sukses. Hari-harinya diisi dengan jadwal super sibuk menjadi pembicara di berbagai seminar, baik di dalam maupun luar negeri. Cerdas, penuh percaya diri dan perhitungan, sosok eksekutif muda yang elegan namun juga memiliki hobi adu fisik di sebuah klub petarung eksklusif.

Pada suatu hari ia mendapat kabar bahwa Bank Semesta milik Om Liem, yang tidak lain adalah omnya sendiri, terancama pailit dan akan ditutup oleh pemerintah. Sebenarnya Thomas tidak ingin ambil pusing dengan masalah bank tersebut, meskipun ia sendiri merupakan ahli warisnya karena Om Liem tidak memiliki anak. Namun Thomas membenci sosok Om Liem yang dianggapnya sebagai penyebab kematian ayah dan ibunya.

Sabtu, 11 Maret 2017

[Review] All She Was Worth - Mencari Jejak

Pic from Google




Judul : All She Was Worth (Mencari Jejak)
Penulis : Miyuki Miyabe
Alih bahasa : Gita Yuliani K
Editor: Ariyantri E. Tarman
Desain dan ilustrasi sampul : Eduard Iwan Mangopang
Penerbit original : FUTABA-SHA, Tokyo
Penerbit Indonesia : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tahun terbit : 2016
Jumlah halaman : 480 hlm
ISBN : 978-602-03-2686-3

Di atas roda api
Lahir duka lara
Aku mendengarnya berderak melewati gerbangku
Ke mana, aku bertanya ?
Ke mana ?

Shunsuke Honma mendapatkan sebuah kasus di tengah cuti karena cedera di lututnya. Kasus tersebut datang dari putra sepupu mendiang istrinya. Jun Kurisaka adalah saudara jauh istri Honma yang datang jauh-jauh untuk meminta bantuan Honma menemukan tunangannya yang menghilang begitu saja, Shoko Sekine.

Dimulai dari ketika Jun mengetahui kebangkrutan pribadi yang pernah dialami oleh Shoko Sekine, dan setelah itu wanita cantik tersebut menghilang bak ditelan bumi. Awalnya Honma hanya menganggap kasus ini adalah kasus biasa dan ia sendiri tidak bisa menjanjikan apapun kepada Jun hingga semuanya menjadi lebih pasti, terlebih ia masih dalam posisi bebas tugas.

Honma mulai melakukan penyelidikan dari kantor tempat bekerja Shoko Sekine, yang kemudian membawanya lebih dalam menggali sejarah dan masa lalu wanita tersebut. Di tengah pencarian tersebut Honma menemukan beberapa keganjilan yang menyisakan banyak tanda tanya. Identitas Shoko Sekine seperti berubah di satu titik waktu tertentu. Yang membawanya pada kenyataan bahwa Shoko Sekine yang dikenal sebagai tunangan Jun Kurisaka bukanlah Shoko Sekine yang sebenarnya.

Minggu, 13 November 2016

[Review] Alias



Judul : Alias
Penulis : Ruwi Meita
Editor : Mahir Pradana
Proofreader : Dewi Fita
Desain Sampul : Dwi Annisa Anindhika
Tata letak : Erina Puspitasari
Penerbit : Rak Buku
Cetakan : Pertama, 2015
Jumlah halaman : 236 hlm


“Pernahkah pelangi menangis karena hujan dan langit tak mau mewarnainya  ? Jika sempat, tolong katakan pada hujan untuk menitik satu kali pada tiga puluh tahun kesunyian di ujung pelangi yang tak terbatas. Mungkin saja asa yang tersesat menemukan jalan pulang dan darah tak harus tercurah pada telapak tangan  yang beku”

Jeruk Marsala adalah seorang penulis novel bergenre romantis yang sukses. Ia sudah menerbitkan sejumlah novelnya yang selalu best seller dan beberapa diantaranya sudah diadaptasi menjadi film. Namun kemudian muncul seorang penulis horror misteri yang mulai merebut banyak perhatian. Rinai adalah novelis horor dengan tulisan yang mencekam dan cukup sadis. Namuan tidak pernah ada yang tahu siapa dan seperti apa rupanya.

Sabtu, 08 Oktober 2016

[Review] Dilan (Bagian Kedua) - Dia Adalah Dilanku Tahun 1991



Judul : Dilan (Bagian Kedua) Dia Adalah Dilanku Tahun 1991
Penulis : Pidi Baiq
Ilustrasi sampul dan isi : Pidi Baiq
Penyunting naskah : Andika dan Moemoe
Penyunting ilustrasi : Pidi Baiq
Desain sampul :Kulniya Sally
Proofreader : Febti Sribagusdadi Rahayu
Layout sampul dan setting isi : Tim pracetak dan Deni Sopian
Penerbit : PT Mizan Pustaka
Cetakan : Ke-10, Bandung
Jumlah halaman : 344 hlm
ISBN : 978 – 602 – 7870 – 99 – 4 


“Kalau aku jadi presiden yang harus mencintai seluruh rakyatnya, aduh, maaf, aku pasti tidak bisa karena aku cuma suka Milea” – Dilan


Kisah dibuka dengan Milea atau Lia yang berbunga-bunga hatinya setelah resmi jadian dengan Dilan. Hari itu menjadi salah satu hari yang membahagiakan bagi Lia karena setelah jadian, ia diantar pulang oleh Dilan ditemani rinai hujan yang turun. Scene romantis sekaligus sweet memory yang nggak akan pernah Lia lupakan seumur hidupnya.

Lia sangat menyukai Dilan, begitu pula sebaliknya. Meski Lia sedikit khawatir dengan aktivitas Dilan yang merupakan anak geng motor sekaligus langganan ruang BP di sekolah. Namun Lia suka Dilan. Karena cuma Dilan yang mampu membuat Lia merasa istimewa. Cuma Dilan yang selalu bisa membuat Lia tertawa dan melakukan percakapan konyol. Dan cuma Milea yang bisa mengacak-acak rambut Dilan, sang panglima tempur di sekolahan mereka.

Jumat, 30 September 2016

[Review] Mr & Mrs Writer



Judul : Mr & Mrs Writer – Sepasang Penulis Dan Kisah Cinta yang Manis
Penulis : Achi TM
Editor : Ariata
Setting : Nadhia
Desain cover : Don_dut
Korektor : Yeskha
Penerbit  : Sheila
Jumlah halaman : 408 halaman
ISBN : 978 – 979 – 29 – 5353 – 4


Kalau kau lelah, berbaringlah sejenak di telaga aksara
hiruplah wanginya kata-kata dan lihatlah pelangi cerita
melengkung sempurna
Adakah kau temukan aku di sana ?
Adakah kau lihat senyum ini begitu setia ?

Cerita tentang Ara yang berjuang keras untuk menjadi seorang penulis profesional. Di awal-awal perjuangannya ia bertemu dengan seorang pemuda bernama Roy yang secara tidak langsung memberikan semangat dan meyakinkan Ara, bahwa kelak ia akan menjadi penulis ternama. Dan Ara jatuh cinta dengan pemuda itu serta berjanji pada dirinya sendiri untuk kelak menikah dengan Roy. Meski pertemuan mereka tersebut adalah untuk yang pertama dan terakhir kalinya.

Hingga kemudian Ara berhasil menerbitkan sebuah novel, dan seorang Ragil, mengkritik cerita novelnya dan meinta ganti rugi uang kembali ! Ragil bukan penulis seperti Ara, kehidupannya juga jauhdari dunia kepenulisan. Ragil hanyalah seorang pemuda tukang kayu yang suka menulis di blog dan menjadikannya catatan harian atau media promosi usaha kayunya. Tentu saja Ara mangkel sepenuh hati dikritik oleh pembaca awam.

Minggu, 11 September 2016

[Review] We’ll Always Have Summer



Judul : We’ll Always Have Summer
Penulis : Jenny Han
Penerjemah : Chefira Inda P
Penyunting : Nana
Penyelia : Ang Tek Khun
Penata letak : Techno
Desain sampul : Ellina Wu
Penerbit : Gradien Mediatama
ISBN : 978 – 602 – 208 – 096 – 1


Kedua tangannya gemetar saat dia memakaikan cincin itu ke jariku. Dia bertanya, “ Isabel Conklin, maukah kau menikah denganku ?”dengan suara paling serius yang pernah kudengar darinya.

“Ya, aku mau” kataku …


Kebahagiaan menyelimuti hati Belly ketika ia dilamar Jeremiah, teman kecil sekaligus kekasihnya. Padahal beberapa hari sebelumnya mereka bertengkar hebat karena Jere dianggapnya selingkuh saat mereka sedang break hubungan. Namun Jere dengan putus asa menyatakan penyesalannya dan bahwa Belly adalah satu-satunya gadis yang paling ia cintai. Dan Belly pun sadar bahwa Jere adalah pria paling tepat baginya. Ia merasa yakin bahwa Jere adalah yang terakhir dan selamanya untuk Belly.

Jumat, 09 September 2016

Comeback Posting ^_^

Lama ya aku nggak buat catatan apapun di blog buku ini ^^a

Kayaknya banyak proyek yang jadi terabaikan. Seperti update-an IRRC yang udah beberap bulan gak ada nyetor. Nuhun sama mbk Nurina selaku “admin” proyek ini, ^/\^

Senin, 20 Juni 2016

[Review] Always, Laila



Judul : Always, Laila
Penulis : Andi Eriawan
Penyunting : Denny Indra
Desain sampul : Dwi Annisa Anindhika
Penata letak : Wahyu Suwarni
Penerbit : Gagas Media
Cetakan : Kedua, 2013
Jumlah halaman : 240 hlm
ISBN : 979 – 780 – 630 – 8

Begitu sederhananya kebahagiaan itu
Terlahir saat aku sekedar melihatmu
Untuk kali yang pertama, kedua dan seterusnya
Tak ada habisnya ….
 -Pram-


Ini sebuah kisah tentang Laila dan Pram. Kisah cinta mereka yang tumbuh ketika beranjak SMA, mekar, berkembang hingga 9 tahun lebih kebersamaan mereka. Namun entah mengapa semua kandas, justru ketika mereka akan menjadi sepasang insan yang berbahagia ….

Laila adalah seorang gadis cantik yang mempesona, dan Pram ada remaja pria yang awalnya hanya mampu memandang Laila dari kejauhan. Namun ternyata Pram adalah cowok yang cukup memiliki rasa pede untuk mendekati Laila. Namun bukan seperti cowok-cowok lain yang langsung menembak Laila. Pram menawarkan keakraban, kebersamaan dan kenyamanan sebagai seorang sahabat.

Minggu, 19 Juni 2016

[Review] Camar Biru



Judul : Camar Biru
Penulis : Nilam Suri
Editor : Gita Romadhona dan eNHa
Proofreader : Gita
Penata letak : Wahyu Suwarni
Desain sampul : Dwi Annisa Anindhika
Penerbit : Gagas Media
Cetakan : Pertama, 2012
Jumlah halamn : 280 hlm
ISBN : 979 – 780 – 603 – 0

“Hari ini 10 tahun, Dith. So?”
“Namanya juga sumpah, nggak boleh dilanggar. So, let us get married …”
“Let’s”
Ya, Tuhan ….


Berawal dari sumpah konyol antara Adith dan Nina 10 tahun lalu. Sumpah ketika mereka berdua sama-sama mabuk dan hanya ucapan yang asal. Namun sumpah tersebut ditandai dengan sepasang burung kertas camar biru yang masing-masing disimpan oleh Adith dana Nina. Sepasang camar biru itu masih tersimpan pada keduanya hingga kini, sehingga sumpah konyol itu pun harus dilaksanakan.

[Review] Sudut Mati



Judul : Sudut Mati
Penulis : Tsugaeda
Penyunting : Pratiwi Utami, Ika Yuliana Kurniasih, Adham T. Fusama
Perancang sampul : Bara Umar Birru
Pemeriksa aksara : Pritameani, Intan, Septi Ws
Penata aksara : Aryazendi
Penerbit : PT Bentang Pustaka
Cetakan : Pertama, September 2015
Jumlah halaman : 344 hlm
ISBN : 978 – 602 – 291 – 037 – 4


Semua orang yang hadir di pengadilan itu tak akan melupakan bagaimana Teno membacakan pleidoi yang disusunnya. Dia tak membawa berkas pembelaan yang tebal seperti terdakwa pada umumnya. Teno hanya membawa secarik kertas. Di hadapan hakim dia membaca tulisan pendek itu keras-keras, “Maafkan aku, Ibu ! Tapi ayah harus dihabisi.”

Setelah 8 tahun meninggalkan Indonesia, Titan kembali pulang setelah mendapat kabar tentang bisnis keluarganya yang sedang goncang. Walau kakaknya, Titok, yang menjadi pewaris utama dan memegang perusahaan tersebut, namun nyatanya Titok dianggap tidak mampu untuk mengendalikan masalah yang terjadi di perusahaan.

Jumat, 03 Juni 2016

[Wrap Up] Indonesia Romance Reading Challenge 2016 Januari - April



Halooo, tulisan pertama di bulan Juni, sekaligus tulisan pertama juga setelah sebulan nggak nge-post apapun …. T.T

Bulan Mei berasa berat banget dijalanin dengan kerjaan yang lumayan menyita waktu dan tenaga. Dan tentu aja di bulan kemarin nggak ada 1 buku pun yang berhasil kuselesaikan T.T (tetiba curhat)

Tapi karena bulan Mei sudah lewat bisa bernapas lega deh, karena kegiatan normalku bisa berjalan seperti biasa lagi. Dan postingan kali ini adalah Wrap Up dari Indonesia Romance Reading Challenge 2016 yang dibuat sama Mbk Rizky. Sebelumnya maaf ya mbk Rizky wrap up-nya baru aku buat sekarang. Sebenarnya udah tau warning kapan hari via twitter dari Mbk Rizky itu, tapi karena bener-bener nggak ada waktu jadi baru bisa posting sekarang ^/\^

Senin, 18 April 2016

[Review] Alpha Wife

www.goodreads.com
Judul : Alpha Wife
Penulis : Ollie
Editor : Christian Simamora, Gita Romadhona & Ayuning
Proofreader : Resita Wahyu & Christian Simamora
Penata letak : Wahyu Suwarni
Desainer cover : Dwi Annisa Anindhika
Penerbit : Gagas Media
Cetakan : Kedua, 2010
Jumlah halaman : 194 hlm
ISBN : 979 – 780 – 381 – 3


“Alpha Wife menghasilkan lebih banyak uang masuk ke dalam rumah tangga, merekalah the provider atau the breadwinner dalam rumah tangga. Sayangnya situasi ini sering tidak selaras dengan anggapan masyarakat bahwa suami-lah yang harus menjadi pencari nafkah utama untuk keluarga. Hal-hal seperti inilah yang dapat menimbulkan kehancuran rumah tangga sang Alpha Wife.”


Peran sebagai alpha wife ini terjadi pada kehidupan rumah tangga Lena dan Eric. Lena seorang chief editor dari majalah fashion yang terkenal, berbeda dengan suaminya Eric yang hanya berprofesi sebagai guru komputer sebuah SMA. Bagi Lena, menjadi seorang guru bukanlah sebuah hal yang memalukan, namun jika disandingkan dengan posisinya saat ini dengan jabatan dan gaji yang terhitung tinggi, maka profesi Eric bukanlah apa-apa.

Hal ini yang sering membuat Lena dan Eric menjadi jomplang baik dari penampilan maupun lifestyle. Bagi Lena cara berpakaian yang up to date itu penting karena merupakan tuntutan pekerjaannya. Tapi bagi Eric, pakaian bekerja ya cukup dengan kemeja sederhananya. Bagi Lena sendiri menghadiri acara pesta nan glamour hingga larut malam adalah kebutuhan di bidang pekerjaannya, tapi bagi Eric tentu hal itu sangat melelahkan, karena besok paginya dia harus bangun pagi untuk pergi mengajar.